Sabtu, 12 Oktober 2013

Dia

Dia…
Dia yang ku kenal lewat jejaring sosial.
Dia yang kini membuat hari-hariku berbeda.
Dia yang ingin ku lihat wajahnya saat ku memejamkan mata di malam hari.
Dia yang ingin ku lihat wajahnya saat ku membuka mata di pagi hari.
Dia yang ingin ku dengar suaranya saat ku memejamkan mata di malam hari.
Dia yang ingin ku dengar suaranya saat ku membuka mata di pagi hari.
Dia yang ingin ku lihat senyumnya disaat ku melihat wajahnya.
Dia yang ingin ku dengar tawanya disaat ku berbicara dengannya.
Dia yang selalu ku inginkan menjadi penyemangat hari-hariku.
Dia yang selalu mengajarkanku tentang apa itu cinta dan kasih sayang.
Dia yang mampu mengubahku menjadi wanita yang lebih baik.
Dia yang selalu ada dalam setiap doaku.
Dia yang selalu ku inginkan menjadi halalku.
Dia yang kini bersamaku.

I love him, and i will always do.

Selasa, 13 Agustus 2013

SOCIAL NETWORK

Social Network
Awal mulanya temanku memperkenalkanku dengan situs sosial di internet, sebelumnya aku semu dengan hal itu.
Siang, setelah temanku pulang dari menginap dan aku hanya sendiri di rumah, ntah bingung mau ngapain, aku iseng nyoba jejaring sosial yang sebelumnya dimainkan oleh temanku itu.
Dan dari jerjaring sosial itulah aku berkenalan dengan, Dia.
Pria yang kini bersamaku, mengisi hari-hariku dan membuatnya lebih berwarna.
Pria yang mampu memenangkan hatiku kembali, setelah aku kehilangan seseorang sebelumnya.
Pria yang mampu membuatku merasa berarti.
Pria yang sangat berarti dalam hidupku, dalam setiap napasku.

Jadi jejaring sosial yang aku maksud di sini semacam chat room, kita bisa cari lawan ngobrol kita sendiri, selain chatingan kita juga bisa video callan sm lawan ngobrol kita atau stranger.
Tapi tetap harus hati-hati mainan ginian. Pilih-pilih lawan ngobrol itu penting karna di situs ini ga sedikit orang yang suka bohong, orang yang omongannya ga pantes, orang yang hanya mencari kesenangan sesaat, intinya pilih-pilih teman ngobrol, cepat akhiri percakapan kalo emang si stranger ini udah ngomongin hal yang ga perlu.
Tapi ga semuanya orang-orang semacam itu, ada yang baik juga walaupun satu banding seribu tapi pasti ada. Contohnya pria yang sekarang bersamaku. Beruntung aku berkenalan dengannya, beruntung Allah memperkenalkan Ia dihidupku, beruntung temanku memperkenalkanku dengan situs yang mempertemukanku denga Ia, pria yang kini mengisi hari-hariku.

Bukan hal yang abu-abu lagi bukan, berkenalan dengan orang lewat jerjaring sosial.
Bahkan jodoh bisa dicari di sini, ga sedikit yang akhirnya menikah dan punya momongan.
Semua itu pasti ada alasannya.
Dan aku bersyukur dipertemukan dengannya, seseorang yang sangat aku sayangi.